Mungkin sudah banyak yang melihat ketika orang kaya bertambah kaya, dan yang miskin tambah miskin. Dari kejadian tersebut bisa kita mengambil pelajaran bagaimana seseorang bisa bertambah kaya dari kekayaan yang dimiliki. Pertama mereka berani berinvestasi, berani mencoba, dan yang lebih penting lagi adalah berani gagal. Karena mungkin bagi mereka yang kaya jika bisnis gagal mungkin masih ada yang dimakan, tentu berbeda dengan mereka yang miskin.
Bagi yang tidak memiliki modal, kita juga bisa seperti mereka, paling tidak cara berpikirnya. Keberanian dalam mengambil resiko sangat dibutuhkan untuk mencapai sebuah kesuksesan. Jadi jika diawal kita sudah takut gagal, mungkin karena modalnya didapat dari meminjam sehingga terlalu berhati-hati. Namun dari kehati-hatiannya tersebut timbul ketakutan, bukan berhati-hati yang sifatnya menjaga supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan.
Disini sangat jelas perbedaan antara si miskin dan si kaya, bukan hanya modal saja tetapi ketakutan dan keberanian juga. Kita tidak perlu takut dan memang harus berani menghadapi kegagalan. Ya paling tidak berani menanggung seberapa yang bisa kita tanggung. Karena tanpa kita mencoba, kita tidak tahu apakah kita ini benar-benar bisa. Jika ada yang masih ragu-ragu menjalankan suatu bisnis, yang disebabkan ketakutan dalam bersaing, takut gagal, hilangkan sifat takut tersebut. Lakukan saja apa yang sudah direncanakan, dan biarkan waktu yang menjawabnya, apakah gagal, atau sukses. Tetapi jika usaha tersebut ternyata gagal, anda tidak gagal seratus persen, karena dalam kegagalan tersebut terdapat ilmu yang sangat berharga, yang kadang tidak diajarkan dalam bangku sekolah.
Berpikir dan bertindak seperti mereka yang kaya mungkin akan sedikit membantu kita dalam menjalankan bisnis. Contohnya ketika teman saya menjualkan rumah seseorang dengan harga diatas 2 M, dengan luas tanah 800m persegi. berhubung sasaran pembelinya tentu orang kaya, maka teman saya tersebut meminjam mobil dengan harga sewa 225 perhari. Ini untuk menaikkan gengsinya dimata pembeli. Lalu akhirnya ia berhasil menjualkan rumah tersebut, dengan bonus sebesar 3% dari pemilik rumah. Lebih dari lumayan bukan? Jadi masihkah kita harus berpegang teguh dengan prinsip bahwa membuka usaha harus dengan modal? Semoga Bermanfaat!